Rabu, 27 Agustus 2008

Dia

Apakah yang diharapkan sebuah Rasa dariku?


Rasa yang memanggil namamu di mimpiku dan yang menyapu dunia dari hadapanku.
Kini, aku hanya ada kamu.

Apakah yang harus kulepaskan agar kubisa melepaskan sebuah Rasa?

Rasa yang memabukkan.
Dan aku hanya ingin sadar.


Apakah Rasa itu adalah nafasku?

Karena aku mati tanpanya.

Terus menerus Rasa itu menyesatkanku ke dalam indahnya ladang bunga mawar.
Dan terlalu banyak sudah aku merangkak menyapu darah yang kutumpahkan.

Bangunkan aku wahai langit!
Siram sekujur tubuhku dengan tangismu!
Bangunkan aku dari mimpi yang tidak ingin kutinggalkan ini.
Dan bila Rasa itu pergi,

biarkan aku kembali...

Tidak ada komentar: