Selasa, 09 September 2008

Yesterday

Yesterday, I found out that He had cured the angel. He sent another angel to the angel.

Sesuatu menggelitik g sewaktu mendengar kabar ini. Terus terang, g terkejut. G sempat bingung, apa yang harus g lakukan terhadap kejadian yang datang tepat saat g mengalami a really bad day ini. Bukan karena g tidak rela dia menemukan kebahagiaannya, tapi karena akhir-akhir pikiran g begitu disibukkan dengan urusan kantor sehingga g lupa rasanya balik ke bumi dengan gelembung-gelembung drama-nya yang berkeliaran. Tetapi akhirnya g ingat. G berhasil menggali perasaan g yang begitu sedih dan kesepian karena telah membiarkan dia pergi dari sisi g saat itu. G jadi ingat kalau alasan g melakukannya adalah agar...agar dia bisa bahagia seperti sekarang.

Astaga, betapa cepat obat Tuhan bekerja. Oh, Lord, I thank You, and once again, thank You.. because of this beautiful bless.

G juga jadi menyadari seusuatu karena peristiwa ini (dan juga dari summary buku Who Moved My Cheese, thanks to Andy F. Noya), yaitu selama kita masih butuh oksigen, we are going to be hurt in some way, we are going to go down, and we are going to see real amount of blood. That is right. But, this one also right: We are going to heal. Karena itu, jangan pernah takut untuk melangkah keluar dari bungker, karena 'pisau berdarah' itu akan menemukan kita di mana pun kita bersembunyi. Lebih baik terluka parah tetapi bisa bahagia, plus luka-luka itu pasti sembuh akhirnya, daripada terluka sedikit tetapi kebahagiaan semakin menipis dan akhirnya justru mati.

Begitulah.., yesterday, my bad day had gone.

Yah,..walaupun kemungkinan besar g ga akan mendapatkan sahabat baik g lagi, dan memikirkan hal ini membuat g tambah merasa sepi, tapi yang penting g tahu dia telah bersama dengan his angel. Apalah g yang makhluk bumi ini dibandingkan dengan angel from heaven. Dia pasti akan lebih bahagia dengan makhluk yang sama berkilaunya dengan dia :D

Yesterday really is my beautiful day. Well, not just mine I guess ;))

ps: God, one more time please listen to my pray. Let them go back to Heaven..

Rabu, 27 Agustus 2008

Dia

Apakah yang diharapkan sebuah Rasa dariku?


Rasa yang memanggil namamu di mimpiku dan yang menyapu dunia dari hadapanku.
Kini, aku hanya ada kamu.

Apakah yang harus kulepaskan agar kubisa melepaskan sebuah Rasa?

Rasa yang memabukkan.
Dan aku hanya ingin sadar.


Apakah Rasa itu adalah nafasku?

Karena aku mati tanpanya.

Terus menerus Rasa itu menyesatkanku ke dalam indahnya ladang bunga mawar.
Dan terlalu banyak sudah aku merangkak menyapu darah yang kutumpahkan.

Bangunkan aku wahai langit!
Siram sekujur tubuhku dengan tangismu!
Bangunkan aku dari mimpi yang tidak ingin kutinggalkan ini.
Dan bila Rasa itu pergi,

biarkan aku kembali...

Selasa, 19 Agustus 2008

Cicak Di Sini Masih Tetep Cicak

Pertanyaan TER-retoris yang selalu ditanyakan manusia yang makan gaji buta: "Dari tadi jam bergerak nggak sih??"

Itulah pertanyaan g sekarang yang tidak ada seorang pun yang sudi untuk menjawabnya. Bukan berarti g makan gaji buta di kantor lho, cuma terkadang, di saat-saat g diharuskan untuk mantengin buku setebel-tebel diktat waktu kuliah, g suka keceplosan ketiduran bentar. ups.

TAPI, percayalah waktu g bilang bentar itu berarti SEBENTAR, soalnya penunjuk menit di laptop g nggak bergerak sama sekali T,T. Dan walaupun setelah berlembar-lembar buku g lalui, kok kayanya nggak beda dhe dari 2 jam sebelumnya, padahal perasaan g, dengan waktu selama itu seharusnya bumi udah berevolusi sekarang. Jangan-jangan di dimensi lain cicak di sana udah berevolusi jadi dino yang jalan pake 2 kaki dan kemampuan ototomi-nya bertambah hebat, bukan cuma ekor yang bisa diputusin terus tumbuh lagi, tapi lidahnya juga bisa. Sedangkan di sini ? Cicak masih tetep cicak.

Dan kalo lagi begini, g sungguh ingin mencium bos g, karena kantor g, yang bahkan tidak menyediakan jendela dan sebentar lagi akan ditambahin sekat-sekat, menyediakan akses internet bebas quota! HORE!!!

Karena itu, biarlah cicak di sini masih tetep cicak, yang penting selama temen-temen g masih bisa ngetik bales YM g maka jam di sini pun akan kembali bergerak cepat.

Kamis, 07 Agustus 2008

This Isn't What We Want

Sewaktu g kecil, sewaktu g belum mengetahui bahwa hidup ini adalah mengenai pilihan, dan bahkan setelah g mengetahui hal tersebut saat g beranjak dewasa, g tidak menyangka bahwa jalan di dunia ini penuh persimpangan dan di antara persimpangan itu tidak ada yang menuju ke arah 'Abstain'. Kalau dulu, serasa semua pasti bisa g jalani, bisa g pilih, bisa g putuskan, atau kalau g nggak bisa, biar Tuhanlah yang melempar kartu di jalan g, maka semua akan beres. Itu dulu. Sekarang, pada akhirnya kenyataan membuka mata g terhadap hidup yang sebenarnya.

Semakin jauh jalan yang g tempuh, semakin berat soal-soal ujian yang harus g kerjakan. Kalau di ujian sekolah, g bisa memilih untuk mengerjakan yang gampang dulu baru yang susah, kalau yang susah nggak bisa g kerjakan maka soal itu bisa g skip, nggak akan g kerjakan sama sekali, dan kalau hasilnya jelek, ya sutralah, what the heck. Tetapi dalam ujian hidup sebenarnya, g mau tidak mau harus menjawab semua soal yang ada, kalau mau skip salah satu soal ujian, hanya bisa dilakukan kalau..mati.

Jawab...atau mati. Jawab...atau mati? Jawab...atau mati! Jawab...atau mati??!!??

Nah, pilih yang mana?

Walaupun ada saat-saat di mana setelah g harus memilih, untuk sedetik, g merasa lebih baik mati. Bagai memakan buah simalakama, pilihan manapun yang harus g pilih sama-sama membuat g harus berlutut menangis. Tapi, seperti yang dikatakan banyak orang ke g, perasaan lebih-baik-mati itulah yang membuktikan bahwa kita masih hidup. Welcome to reality, girl. Dan perasaan nelangsa inilah yang g alami saat g harus mengambil pilihan antara meninggalkan atau tetap tinggal... dari sisi temen baik g.

He is, I believe, the angel God had sent to me. Cerita g sama dia bermula di bulan-bulan pertama g kerja di tempat baru. Begitu stress-nya g sampai g teriak minta tolong ke Tuhan agar Dia memberikan g kekuatan untuk melewati semua tekanan itu, atau kalau boleh, jatuhin remote kontrol yang ada di film Click itu ke kepala g supaya g bisa pingsan dan begitu sadar g udah ada di kutub utara lagi foto-foto sama Beruang Kutub (one of my obsession that i WILL do). Tapi remote kontrol itu hanyalah mimpi dan, seperti yang sering kali terjadi, untuk mengerti jawaban dari-Nya, g selalu harus menunggu,..kemudian melihat ke belakang. Dengan cara itulah g tahu bahwa dialah penolong yang dikasih Tuhan buat g.

Nggak mungkin g bisa bertahan di kantor g kalau nggak ada dia yang selalu sabar menolong g, bikin g ceria setelah g ditiban sama tatapan bos-bos g, selalu membela g waktu g ditusuk-tusuk sama temen g sendiri, dan dia juga yang selalu percaya (dan mungkin satu-satunya) sama g kalau g tuh BISA. Karena itu, saat dia bilang he has some special feeling for me, g nggak melarikan diri seperti banshee seperti yang selalu g lakukan dalam situasi yang sama, tetapi g malah minta sama dia untuk tetap di sisi g...sebagai sahabat.

Setelah g pikir hubungan di antara g dan dia sudah jelas, ternyata dia malah semakin memberikan banyak hal, yang menurut g nggak layak g dapatkan, karena g nggak bisa membalas semua itu lebih dari kapasitas seorang teman baik. Terus menerus seperti itu, semakin hari semakin bertambah, dan tibalah juga saat-saat di mana g nggak bisa tidur karena memikirkan dia dan betapa hati g sakit karena, sungguh, g nggak mau berpisah dari dia tapi g juga sama sekali nggak punya perasaan seorang-cewek-kepada-cowok sedikit pun ke dia. Apakah g terpaksa harus melepas dia supaya dia bisa terbang bebas? Apa yang harus g lakukan agar tidak menyakiti hati dia atau paling tidak bisa meminimalisir...? Adakah win-win solution for both of us? Oh man, I always hate this situation. Seorang cewek tuh butuh tidur minimal 8 jam sehari dan sebelum jam 10 malam untuk menjaga kecantikan! Bukan tidur jam 1 pagi dan harus bangun jam 5 !!!

Akhirnya saatnya tiba juga untuk memilih. G udah terlalu sesak napas membiarkan ini berlarut-larut, dan pada kenyataannya, cara apapun yang udah g coba nggak berhasil. Now there is nothing left except for one. G harus pergi. Hanya dengan begitu dia bisa bebas. Demi kebaikan dia, demi kebaikan g. Terlalu naif kalau g bilang ini adalah win-win solution untuk berdua karena g dan dia sama-sama sakit. Karena siapa yang mau kehilangan sahabatnya? Jelas bukan g. Actually I want to hold your hand and say, 'Don't leave me'. Tapi inilah pilihan yang terbaik yang ada di soal multiple choice g..

Kali ini, g nggak akan minta maaf, seperti yang selalu g lakukan setiap kali dia mengharapkan lebih dan g nggak bisa memberikannya. G selalu minta maaf karena g mengerti rasa sakit itu. Tapi kali ini kata-kata itu tidak akan keluar dari mulut g lagi. I have to say good bye, and believe me, sorry is never enough to say how thankfull I am to have you in my life..

God..bless him. Please.

Rabu, 06 Agustus 2008

Cerita Norak

Setelah bertengkar panjang, sang cewek akhirnya memutuskan untuk mengambil waktu sejenak dalam hubungan mereka berdua, alias break, dengan alasan sebagai berikut:

Cewek :
Gue mau melihat hubungan kita berdua dari sudut pandang objektif. Karena itu gue harus menjauh sementara dari lo. Supaya gue bisa tahu, apakah rasa sayang gue ke lo itu adalah rasa sayang yang bodoh. Gue nggak pengen, karena gue love you so much, terus gue jadi buta! Gue pengen break.

Dan, sebagai balasannya, dengan PeDe si Cowok bilang:

Cowok :
Ahh..mana mungkin lo bisa menjauh dari gue (dengan ketawa sinis). Lo kan cinta mati sama gue. Nggak mungkinlah lo bisa jauh-jauh dari gue.'

Cewek :
(tidak tahu harus berkata apa. Karena, well, itu benar juga sih. Akhirnya hanya bisa mengungkapkan kebenaran yang dia rasakan selama ini) Tapi kan percuma...kalo cuma gue yang cinta mati tapi nggak berbalas...

Cowok :
(Kaget) Siapa bilang?!?? Siapa yang bilang gue nggak ngerasain hal yang sama?? Hanya karena gue nggak pernah ngomong atau bersikap romantis atau bersikap kaya cowok-cowok pada umumnya, bukan berarti gue nggak begitu kan? Lo nggak tau aja kalo gue cinta mati sama lo..

Cewek : .
.. (terdiam karena shock) ... (masih terdiam) ...Ng... (terdiam) ... Oh.

Cowok :
Jangan pergi dari gue ya... Baik sementara atau selamanya...

Cewek: .
ok.

Sang cowok memberikan kecupan di kening. CUP, begitu bunyinya.

Cewek :
(Setelah sang cowok pulang ke kamarnya, sang cewek berbalik lalu menaiki pembatas buritan kapal dan merentangkan tangan...) Monaassss!!! I'm in LOVE!!!!!


PS : Cerita di atas diinspirasikan dari kisah nyata.
(I just can't stand myself from telling this stupid story. Hihihihi...)

Sabtu, 02 Agustus 2008

Say My Name

G dikasih tahu sama Ris, temen kantor g, kalo ada kamus buat bahasa slank-nya bahasa Inggris. Setelah main-main sebentar, g coba-coba cari arti nama g, yang sedikit rada-rada kebarat-baratan: Kezia (nama g yang lainnya Betawi aseli >.<), siapa tahu ada, pikir g waktu itu.

Dan ... ternyata ada! Artinya adalah: Kezia is an aural and lyrical orgasm. Tertulis kalau sebenernya Kezia itu adalah judul lagu, yang bahkan, kalo ada orang yang nggak suka lagu itu: is either hearing-impaired, or devoid of any musical taste whatsoever and in the latter case, must be immediately ear-stabbed.

Dan contoh penggunaannya:
"My girl and I tried aural sex last nite."
"How was it?"
"It was fucking kezia."

Hahahahahaha…entah g harus bersedih, tersinggung, atau bangga. Tapi yang pasti g nggak bisa berhenti nyengir bacanya!

Although that term of aural sex is bit disgusting actually. But, overall, for me, I look at it this way: KEZIA = aural and lyrical orgasm = (super hot = classic perfect) orgasm.

Guritaku Tersayang

G pernah baca satu quote yang membuat g ketawa. Quote-nya berbunyi: "Keluarga, gurita tersayang. Dan kita tidak dapat benar-benar terlepas dari tentakelnya. Namun dalam lubuk hati kita, kita tak pernah benar-benar ingin lepas."

Baca itu, g jadi inget sama semua pertengkaran-pertengkaran g sama Dad-Mom g dan sama ade g. Dan betapa ada saat-saat di mana rasanya g pengen banget keluar dari rumah.

Dari adik g yang selalu judes dan bertingkah sampe orang tua g yang, well, menurut g, diktator. Bahkan, semakin lama semakin sering g sama orang tua g berantem semakin pula g merasa kalau g ini sama sekali tidak dianggap seorang individu. Seorang manusia. Bahkan seorang anak. Begitu besar kemarahan g sama mereka sampai-sampai g berdoa sama Tuhan, "ya Tuhan, tolong jangan biarkan aku membenci orang tuaku. Mampukan aku memaafkan mereka...". Bisa dibayangkan? Kami ini sebenarnya keluarga yang tidak memiliki masalah yang terlalu besar seperti masalah-masalah yang ada di sinetron atau infotainment (alias masalah yang kalau kita denger, kita bakal angkat alis terus bilang, "what a drama."), masalah kami sebenarnya hanya ada di dalam perbedaan cara pandang. G, orang yang nggak pernah ketinggalan kata "Kenapa?" dalam g memandang dunia VERSUS orang tua g yang menganut paham "Jangan pernah tanya kenapa! This is the only way!!". Yah ga bakal nyambung tokh Mbok.

Parahnya, nggak ada yang mau ngalah.

But you know what?

I love them.

Buat g, orang tua g adalah orang tua yang paling perfect sedunia. Kalau g denger cerita orang lain atau menyaksikan kejadian dengan orang tua orang lain, bukannya menyombongkan diri, g selalu merasa bersyukur sama Tuhan karena telah melempar g ke keluarga g sekarang. G tahu betapa orang tua g sayang sama g. G sadar betapa g nggak akan pernah mau kehilangan mereka. Dan buat g, they are my everything.

Dan adik g yang super centil...huahahahaha... . Well, can't complain. Walaupun beda umur g sama tu makhluk centil lebih dari 5 tahun, she is definitely my twin sistah.

I love them so much.

Dan justru berantem itu, setelah g renungkan, bagaikan obat yang dibutuhkan buat keluarga g untuk lebih saling mengenal..dan saling merasa beruntung karena telah memiliki satu sama lain. Jadi keliatan kalo doa yang tadi g bilang g ucapkan ternyata hanya reaksi emosi g waktu berantem sama mereka. Dan untungnya, Tuhan, selalu dan selalu dan selalu, membuat g bisa melihat lagi betapa beruntungnya g memiliki 'seekor' gurita yang begitu ... terasa seperti rumah. Karena kemanapun g kabur, pada akhirnya g pasti selalu kangen sama masakan Mom-i g yang itu-itu doang, bau kentut Dad-i g, dan cicitan ade g kalo g ngilangin jepitan rambut dia..

My Words

Setelah sekian lama g disuruh kanan kiri supaya buat blog, akhirnya kemaren, justru di saat g harus lembur karena lagi maen kejar-kejaran sama dateline, kesampean juga g mulai bikin blog. Rasanya sama seperti biasa kalau g dapet mainan baru. Rasanya mau dimainin terus.

Gara-gara itulah, di Sabtu yang panas menyengat kaya gini, tumben-tumbenan g di rumah, duduk manis dengan kaki di atas meja dan laptop nyempil antara perut n paha g (alias kumpulan lemak g), sok sibuk penasaran apa aja yang bisa g personalisasi di blog ini. Biasanya haree gini, Dad-Mom g lagi mencak-mencak sambil neleponin g kenapa dari kemaren g belum pulang juga, walaupun sekarang merekalah yang daritadi subuh belum pulang. Moga-moga pulangnya bawa makanan.

Well, karena inilah juga, pikiran g dari kemaren terus melayang tentang apa aja yang bisa g tulis di sini. Semakin lama g pikirin, semakin banyak coret-coretan di otak g, tapi semakin banyak pula g ngapus tu coret-coretan. Bagaimana tidak? Ini kan di-publish. Kalo orang yang ehem baca, kan repot tuh g --". Bukannya g menyimpan semua rahasia g sendiri. Rahasia g tuh minimal ada 1 orang yang tahu, soalnya otak g udah cukup berat isinya tanpa g harus nyimpen banyak-banyak barang nggak berguna di situ. Mumet Bow. Intinya, isi otak g tuh harus g sampaikan (atau mungkin, g keluhkan) ke orang yang tepat, yang berarti, minus si ehem. Ya sudahlah. Tadinya g mau copy paste semua isi diary g ke sini, tapi tampaknya sekarang g harus sorting lagi isinya.

Dan kalo isi blog ini kebanyakan adalah yang bertemakan: 1. Cinta; 2. Keluhan; 3. Saat-saat-gak-waras. Then it is my diary.

Kalo ada isi blog ini yang berbau-bau kayanya g lagi nge-dongeng. Then it is my fiction-story-hopefully-can-end-sometimes.

Kalo isi blog ini ada yang cuma kalimat-kalimat nggak jelas. Then it is Mee when I feel like want to say something to someone ('siapapun' yang ngerasa. Ehem ehem ;)) ).

Yang pasti, semua isi blog ini adalah Mee, Myself, and I..K. ^^

"My words can keep me alive forever in this world, Baby. But I just want to be alive forever in your heart."

...

Kalo jadi cowok g tuh gombal banget kali ya..



20/07/08

Hate me. Bite me. Eat me. Then love me.

Waktu itu g keingetan sama seseorang dan kalimat inilah yang terlintas. Sometimes, I do miss him. Kalo g pake kalimat kaya gini ke orang lain, seringnya orang lain itu kaya ngomong sama pohon.

16/02/08

Saat kata-kata telah kering dan air mata hanyalah sakit hati, pandanglah mataku maka kau akan menemukan jawaban, percayalah pada kecupanku di keningmu, bahwa aku ... mencintaimu.

01/08/08

Walaupun seandainya aku tidak bersama denganmu saat ini, pasti aku akan tetap bertemu denganmu pada akhirnya. Dan akan menderita. Lalu jatuh cinta.

Jumat, 01 Agustus 2008

Pre-Kawin

G selalu risih kalau melihat orang lain bermesraan di depan mata g. Apalagi kalau berpacarannya sampai ke gaya 'meraba terlalu banyak'. Rasanya dua makhluk yang ngerasa dunia milik berdua itu minta g beliin selimut --"

Bahkan nih, BAHKAN, di saat my Kebo lagi meluk g dari belakang waktu naik eskalator, dan waktu itu ada sepasang makhluk lain di depan mata g yang berangkulan juga, g risih banget ngeliat tu pasangan. Sungguh. Kalau mau berpikir ke depan, g ini tipe yang kalau menikah nanti nggak akan pernah masang cermin di atas tempat tidur.

Tapi di waktu yang sama dengan saat g nulis ini, g lagi melihat sepasang temen baik g lagi saling suap-suapan. Dan AJAIBnya, g merasa pemandangan di depan mata g adalah pemandangan yang...well, beautiful. Pasti bagus banget buat foto pre wedding. Sungguh. Dan bahkan g bisa memandangi mereka lebih dari 5 menit sambil senyum geli! Baru kali ini g betah mandangin orang mesra-mesraan. Kenapa ya? 5 menit g pandangin, padahal jarak g sama mereka tu nggak sampe 1.5 meter, mereka sama sekali nggak sadar, dan terus terang, g juga (kata temen sebelah g sih) ga sadar tampang g jadi rada bego gara-gara kelamaan ngeliatin orang. Sampe akhirnya , "nggak boleh mandangin orang pacaran!", temen sebelah g itu ngagetin g.

Yah...tapi g masih terus melirik mereka untuk cari inspirasi kira-kira judul apa yang tepat untuk foto mereka, yang kapan-kapan akan g upload ke sini kalo lain kali g inget bawa kamera ke kantor.

Dan akhirnya g dapet!

Judulnya: The Picture of Them.

Aduh. Jadi mau foto pre-wed neh. Nggak pa-pa kan foto pre-wed dulu? Pre-Kawin-nya kapan-kapan aja. Boleh ga ya?

I Love Pink Too Much


This blog clearly (duh) isn't about what colour I'm crazy about and why. I just need to scratch out my mind on something before I care too much for my obsession in pink.

But hopefully this blog's journey won't be enjoyed just by Mee. But also by you.

l O v e,
Mee..