Senin, 15 Juni 2009

KEEMPAT – Quota

Quotaku…, rantai-bola-besiku.

Waktu internet g unlimited, g suka bingung mau buka site apa lagi selain chat, friendster/facebook, site free download, yahoo mail, milis, Detik/Kompas.com, dan, kadang-kadang, blog Ga kreatif banget sih emang. G mempergunakan internet hanya untuk chat dan sewaktu-waktu mencari informasi yang g butuhkan. Internet is not my life…ga kaya seseorang yang g kenal, yang ga bisa hidup di negara tanpa internet. Kalo mall ilang dari bumi Indonesia, nah, g baru dhe memutuskan untuk pindah negara. Makanya, begitu mendengar kalo pemakaian internet di kantor baru dibatasi, g santai aja. ……………sampai akhirnya g menjalani hidup di kantor yang kerjaannya masih sedikit ini bersama sang quota. Ternyata sang quota hanya bertahan sampai makan siang….. Glek.

G bengong kaget waktu tulisan

“You have reached your internet quota limit.”

terpampang di depan g hanya karena g baru buka chat, detik.com, email, dan milis g. Segitu doang dan tanpa gambar!!!! Oh, wow…dikit ya quotanya, Cuma itu yang bisa g pikirkan, sebelum akhirnya g ES MOS SIE, dan memaki dalam hati, DIKIT BANGET YAAA???!!! Nasi telah menjadi bubur, quota telah mencapai ***ur!! KURNIISSSS!!!!
G hanya bisa pasrah terjebak di bilik g ini selama setengah hari tanpa kegiatan yang mengalihkan mata g dari buletan-buletan di dinding bilik g. Sampe akhirnya g mencoba bertindak kreatif dengan mulai rajin nulis diary buat blog. Lumayanlah, menghibur g. Seperti yang pernah g bilang, ga bisa ngobrol dengan orang lain, ngomong dengan diri sendiri pun jadi ;)).
Tapi, quota itu udah kaya rantai besi yang ngiket kaki g di area aman, site buat chat. Karena sedikit aja g buka site yang laen, akan berkurang kemampuan sang quota untuk bertahan sampe jam pulang. Ya sudahlah. Masih mending bisa internetan dan chat daripada nggak sama sekali. Setelah dipikir-pikir, bagus juga g dirante gini, g baru sadar kalo g ternyata ‘liar’ selama jam kerja sebelum ini ;)) G jadi sedikit bertobat neh.

Dan saat g nulis diary ini pun, quota g udah abis. Wakakakak…

Rabu, 13 Mei 2009

The Stupid, the Naive, and the Wise, AND the Idiot

This was written on my friend’s status:

The stupid neither forgive nor forget; the naive forgive and forget; the wise forgive but do not forget.

I really wanted to discuss about this status, because I know particularly what that status all about. But, because I DO know what it is all about, I just couldn’t do it, it could end up badly for there was a big fat conflict of interest, although I know my point of view for that sentence was objective.

As you can see, the wise is the one that sounds CLEVEREST from the three options of who-you-want-to-be in that quote. Which one you would choose from the three? The wise, of course, what kind of question was that?! Yeah. But consider my friend’s temper and character, the wise here could be very misunderstood. But, I didn’t know for sure what the wise mean for my friend. That was the reason I really want to discuss about this.

It is wise to forgive but do not forget, IF you can do it without any feeling left. You have to remember the cause of the fall, absolutely, so you can learn and avoid the same mistake. You have to remember it and LEARN from it. Not keeping the wound forever. That IS idiot.


Forgive means to let your heart forget. Forget means to let you amnesia.

Hopefully, it wasn’t what I thought it would be. Hope fully.

Selasa, 12 Mei 2009

KETIGA – Tolong Mas, Ini Orang, Bukan Kuntilanak..

Ngeliat yang panjang dan berwarna orange datang…

Siap sedia.

Ngeliat depan dan belakang lalu memilih salah satu.

Menunggu antrian (yang disebut antrian karena pintunya emang kecil dan di dalam sudah macet total).

Mulai waspada kalo sudah mulai bergerak.

Dengan sedikit berlari maka g pun naiklah….ke bis yang akan membawa g pulang..

Ritual naek bis orange ini jadi menyebalkan semenjak g ada di kantor baru. Ini disebabkan posisi kantor g itu ada di halte bagian ujung dari mana orang-orang naik, bukan turun. Jadilah g mengalami kepadatan tingkat tinggi di dalam bus dan, walaupun ruang gerak g sungguh terbatas, g harus berakrobat ria pake sepatu hak tinggi supaya g nanti ga keluar sebagai pepes apes.

Orang-orang di dalam bus itu, kalo udah begitu, udah ngerasa kaya di sampingnya ga ada orang, maen jepret, maen gedabak-gedubuk, maen penyet sana penyet sini. Kesel g. Emang ga ngeliat apa kalo ada orang?! G kan bukan kuntilanak, yang secara fisik keliatan kalo lagi bad hair day doang. Dan juga karena di bagian tengah bus udah penuh amit, itu berarti g mendapat pijakan di daerah pintu, menyebabkan pilihan g supaya ga nyusruk kaya baling-baling bambu ke luar dari bus, adalah berpegangan ke atas atau nyender ke orang. Tapi yang terakhir ini harus diwaspadai, karena…well, selain bau badan,.. well, g kan cewek. Tapi pegangan ke atas itu sakit T.T G pendek soalnya.....

Belum lagi macetnya. Beda setengah jam sama jam pulang g yang dulu sudah menyebabkan jalanan begitu macet sampe bus ini akan melewati jalan yang berbeda dari yang biasa. Yang mana, jalan yang biasa g turunin. G jadi males pulang…cape ngebayanginnya aja, apalagi ngejalaninnya. G harus cari alternative lain! Ga bisa begini terus. G masih mau menikmati bengong panjang yang nikmat setiap kali g naek angkot. Tapi, emang harus perhitungin biayanya juga sih..bisa geger dunia…g, kalo pengeluaran g lebih banyak dari yang setiap bulan udah g keluarin. OMG.

Senin, 11 Mei 2009

KEDUA – Don’t Judge the Book by Its Pants

Kalau datang ke kantor naek kendaraan umum, g selalu turun di Tosari. Dari situ, g harus jalan sekitar..ng…g ga ngerti ukuran jarak begitu sih, tapi mungkin, berpatokan pada jarak dari pintu gerbang perumahan g ke mesjid di bagian belakang itu 300 meter, maka itu sekitar..100-an meter lah.

Nah, di saat g sedang menikmati perjalanan, mata g menangkap sesuatu. Celana seorang wanita. Kalau tampak belakang, pengena…hmmm…kata ganti orang buat ‘orang yang mengenakan’, adalah pengena bukan? Yah, sekali lagi, kalau tampak belakang, pengena celana itu rada gemuk dan ibu-ibu dan keturunan Tionghoa.

Pertama-tama, celana jeans pas selutut yang dia pake itu mengingatkan g pada celana jeans selutut g yang males banget g pake karena ga nyaman dan ga cocok sama baju manapun, bahkan baju tidur, menurut g sih. Berhubung celana itu dikasih free ke g dan I’d like to keep my options open, yah g simpen aja tu celana, siapa tau g bisa pake itu untuk, misalnya, bermain sandiwara.
Bedanya celana ibu itu dengan celana g adalah pada motifnya, kalo g punya simple banget, cuma dikit ada rajutan bunga di bagian kantong, sedangkan ibu itu, ng, maafkan aku ibu, norak. Celana itu tipe jeans yang nge-press dan bermotif rajutan manik-manik di bagian lutut dan pinggang. Di saat g berpikir ga ada orang yang mau pake celana g itu, well, di sinilah g melihat ibu-ibu itu memakai celana serupa-tapi-beda-jauh dan perginya pun ke …g perhatikan arah dia berjalan…oh, ke Grand Indonesia. Wow. Semua itu benar-benar hanya masalah rasa percaya diri, kata g dalam hati mengagumi keberanian sang ibu.


Lalu g berpikir, mall bukannya belum buka? Apa dia mau ke bank? Nggak mungkin dia mau kerja. Dia pake kaos merah ketat, sandal-sepatu model Bata, dan tas selempang yang dia sampirkan bersilang. Bisa dipelototin satpam kalo dia masuk ke kantor BCA dengan baju santai gitu, soalnya g pernah pake lengan buntung ke dalam kantornya lalu satpam dan boz-boz di situ udah kaya mau tendang g keluar. G juga memperhatikan gaya jalannya yang mengingatkan g pada temen nyokap g yang bener-bener…sangar. Akhirnya g mengambil kesimpulan bahwa dia mau ke bank. Dan g pun membayangkan dia sebagai seorang ibu yang anak-anaknya sudah berangkat ke sekolah dan dia memiliki waktu untuk ngurusin berbagai masalah financial, termasuk simpanan rahasia yang wajib dimiliki semua ibu rumah tangga…

Kemudian, g diajak salah satu teman kantor g untuk makan di kantin. Katanya mau makan bakmi Bangka enak. G tanya, emang kantin udah buka jam segini? Temen g bilang, semenjak bakmi bangka buka pagi-pagi, semua kios juga ikutan buka pagi-pagi. G pun ikut ke sana, tapi nggak makan sih, soalnya g udah sarapan, sambil membayangkan, keren sekali si mie bangka etos kerjanya.

Begitu g sampe di sana, ternyata kios bakmi bangka itu benar-benar rame, dan sejauh mata memandang, semua orang pada makan mie dan kios yang benar-benar sibuk baru kios si mie bangka. Teman kantor g itu ketemu temennya yang udah duluan makan, temennya bilang, “si enci tu yang ngeracik. Enak tuh.” G dikasi liat itu enci yang berpanas-panasan di tengah kepulan uap kuah mie berteriak-teriak ke anak buahnya. Menurut temennya temen g itu, si enci itu udah punya banyak kios di daerah perkantoran Sudirman. Dan mie bangkanya emang terkenal enak! G perhatikan itu enci…hmmm…keliatannya penyabar… lalu g perhatikan penampilannya dari atas……… ke bawah……………eit, tunggu dulu, itu kan………WEKS! Si ibu-ibu celana! Dan begitulah akhirnya pemilik celana itu berwajah.

Wah, betapa salahnya kesimpulan g. Dia ternyata bukan ibu-ibu biasa yang menunggui bank buka untuk mengatur keuangan suaminya, dia ternyata adalah enci-enci pemilik kios bakmi bangka terkenal! Oh wow.. Really,…g dapet pelajaran berharga hari itu. Don’t judge the book by its pants! Walaupun enci-enci itu nggak berpenampilan seperti ibu-ibu dengan kesuksesan seperti dia pada umumnya, tapi bukan berarti dia bukan seseorang yang adalah dia sekarang. Halah. Kalimat g makin lama makin terpuntir-puntir. Yah, pokoknya keren dhe tu enci! Dan maksud g bukan celananya.

KESATU – Akibat Kebanyakan Mikir & Kejutan Mencurigakan


Di pagi hari pertama g masuk kantor baru, g berusaha mengalihkan pikiran g dari pertanyaan – pertanyaan akan seperti apakah kerja di BCA nanti. Terus terang, semakin g pikirkan semakin mengerikan. Nah, makanya g coba untuk memperhatikan sekeliling g dan mencari hal-hal menarik yang bisa menggeser pikiran g mengenai kantor baru. Bahkan g berencana untuk mengajak bicara teman, yang sering g tebengin pergi ke kantor, tentang betapa g akan lebih sering lagi nebeng dia karena sekarang g masuk pagi harus absen. Jadi udah ga ada lagi dhe g bisa bangun kesiangan. Bayangkan betapa pembicaraan itu akan menyenangkan buat dia.

Oh, FYI, g udah ga pernah ngobrol lebih dari 2 kalimat sama temen dan tetangga g itu. Garis bawahi kata UDAH GA PERNAH. Jadi, kalo dalam lingkup 1.5 tahun-an g nebeng dia, maka g UDAH GA PERNAH ngobrol selama, ng…10 bulan terakhir-lah, kecuali di satu hari yang aneh di mana akhirnya dia mengajak g bicara dan akhirnya kita bisa ngobrol sepanjang perjalanan ke kantor - -“.., what a great day I must say. Eh, ga ngobrol selama 10 bulan lebih itu bukan dikarenakan kita musuhan lho.., cuma sama-sama pendiem aja. Maybe.

Back to the topic. Jadi, di dalam mobil (g nebeng temen g itu karena dia selalu berangkat pagi-pagi. Maklum, hari pertama), g coba buat ngeliat jalanan, ngeliat orang-orang yang berlalu lalang, ngeliat benda-benda aneh yang berserakan di pinggir jalan, ngeliat awan, ngeliat….well, intinya, g berhasil mengalihkan pikiran menakutkan tentang hari pertama di kantor baru. Karena akhirnya g ketiduran.

G sungguh-sungguh berusaha ga tidur lho hari itu! Sungguh! G mau di hari pertama g masuk g ga membuat orang bete dengan nebeng dan akhirnya ketiduran, yang sering sekali terjadi, karena, lets be honest, there is nothing else to do for > 1 hour, bahkan suara radio yang di setel pun kecil banget. Ga mungkin kan, g udah nebeng, ketiduran mulu (bahkan g curiga g pernah ngorok), nyaris ga pernah ngobrol, tiba-tiba g bilang ke dia, “eh, itu radio kecil banget ya, g gedein ya suaranya? Biar ajeb-ajeb gitu pagi-pagi. Ngantuk. Ya?” Ih. G ga se-ga-tau-diri itu kaleeeee..

Dan, ga ada kerjaan + kebanyakan mikir = ngantuk yang teramat sangat

Sungguh. G sangat ingin bisa ngobrol sama dia. Apa gitu. Tapi dianya tu ya, setiap kali g ajak ngomong, dia si jawabnya sambil senyum gitu (dulu. DULU) dan dia tu jawabnya singkat banget. Begitu dia tanya balik, g jadi…well, ga tau mau ngomong apa, singkat juga dhe jawabnya. Ga bener neeehhhhh >,<
Kembali ke hari pertama. Kejadian menarik di hari pertama, begitu g masuk kantor, adalah… bos g, yang udah g kenal sebelumnya, dan karena itu g tahu dia super duper pelit dan perhitungan, bahkan permen Frozz dia aja g cuma boleh ambil 1 biji. SATU! Begitu tumpah kebanyakan dia ambil lagi! Aduh. You get the picture lah. Dia, boz g yang begitu tuh, taro permen-selamat-datang di laci my-will-be-desk kira-kira sepuluhan biji. SEPULUH. Dan dia kasi tanpa g harus nego sebelumnya. G jadi curiga tu permen udah expired… wakakakakakak..

Rabu, 06 Mei 2009

Di Hari Keempat

Example for chained message diary …atau apapun istilahnya.., kalau ada.
Di Hari Keempat

Hari keempat, tapi berasa udah lama banget g nempatin bilik g di sini. Hihiihihi..sekarang g udah punya bilik, warnanya orange dan abu2, kombinasi yang g suka. Untung g ga dapet yang biru. Warna biru itu membosankan. Dan menurut g, laut itu kombinasi warna hijau, coklat muda, dan orange, bukan biru. I love the ocean. Wanginya.., suara deburannya.., warnanya.., sentuhannya… Well, jelas g cuma suka laut kalo dia-nya lagi tenang dan g ga lagi dikejar hiu pembunuh didalamnya. Sama kaya g suka cowok. G ga suka cowok yang meledak-ledak. Emosi silahkan, tapi emosional itu beda lagi. Lebih dari 50% penggunaan emosi (alias emosional) berarti mengurangi jatah otak untuk berpikir. Kemungkinan ini dikarenakan pendapat g kalau. One sexy part of body a guy should have is his brain. Bukan otot yang kalo digedein jadi mirip telur2 burung unta ditumpuk. Oeewww…jadi inget Conan The Barbarian. Begitu g liat trailernya, di mana ‘telur2’ itu dipamerkan di tubuh tokoh utamanya, yang berarti di sepanjang film itu akan ada banyak ‘telur2’ berkelebatan…itu adalah informasi yang cukup buat g menghindari film itu. Mending baca Conan yang detective ciptaan Aoyama Gosho aja-lah. Terutama Kaito Kid-nya dan, bagian paling menyenangkan di komik itu, adegan di mana ada Conan dan Ai. Walaupun g tau kalo kemungkinan mereka jadian adalah bagaikan mengharapkan g ngeliat bintang2 dari luar angkasa, emang mungkin… tapi cuma 0,1573696784%, tapi kemungkinan itulah alasan g tetep semangat baca komik Conan yang panjang amburadul itu. Dan saat ini, di tengah rasa kesepian karena quota g udah abis dari tadi siang, g selalu teringat pada Conan 53 yang sekarang ada di dalam tas g. Menggoda. Bagaimana tidak? Sekarang, setelah g dapet inet, g baru tau rasanya ber-inet ria itu ga berasa gara2 quota kurnis dan karena itu g pengen lebih!! Kaya lo cuma diijinkan untuk mencicipi sedikit Mushroom&Cheese yang enak banget DI SAAT lo kelaparan sampe ga berasa lapar lagi (terdengar bunyi merdu yang berasal dari perut g waktu lagi mikirin makanan enak dan yang terbayang adalah Mushroom&Cheese. Kayanya ada yang lagi ngidam ini neh..). Nah, begitu lo nyicipin tu makanan, lo pasti lebih lapar lagi dari sebelumnya kan? Lalu tiba-tiba godaan jadi keliatan di mana-mana! Dari komik Conan, pemakaian jatah inet Pak Ricky dengan bantuin Trista ngerjain Photoshop, minesweeper, nongkrong2 ke tempat Jensen supaya bisa kenalan sama temen2 dia, sampe makan kacang terlarang si Abah, bahkan bengong di WC juga... Aduh. Parah g pengen. Begitulah setengah hari sisa hari ke-empat ini g jalankan dengan menahan godaan. Salah g juga c, setengah hari sebelumnya g biarkan diri g tergoda - -“ ∂

Sabtu, 02 Mei 2009

Diary Dadakan - Hari Pertamaku di Kantor Baru


Hari pertama kerja di tempat baru menimbulkan semangat kerja yang g pikir udah kandas, thanks to my ex-office. Bayangan kalo g bakal belajar hal baru, kenalan sama orang-orang baru, mendapat banyak kesempatan baru, dan lain-lain, dan lain-lain yang baru, bikin g nyengir sepanjang g nyari baju buat dipakai di hari pertama. Wah, pokoknya kaya baterai baru di-charge dhe senyum g.

Dan emang, walaupun tidak mengalami kejadian bombastis yang bikin deg-degan, kaya tiba-tiba dipanggil bicara-2-pasang-mata dengan bos besar, dikasi tes dadakan kaya anak sekolahan, atau ketemu pria mapan yang tampan, hari pertama g cukup lumayan-lah. Penjabarannya adalah sebagai berikut:

07.25 : Udah nyampe. Hari pertama, harus memberikan kesan karyawan teladan dengan datang 65 menit lebih awal. Duduk manis di bangku yang tersedia (berhubung yang punya belum ada yang datang..yah..dudukin ajalah. Daripada 65 menit full berdiri.)

07.30 - 07.35 : Sibuk nyari bangku kosong. Setelah resmi diusir.

07.35 - 08. 30 : Bolak-balik WC sambil SMSan. Maksudnya, kadang-kadang ke WC, kadang-kadang SMSan.

08.30 - 16.30 : Disuru belajar, yah..belajarlah g.

16.30 : Udah mulai nguap. Mata berat. Otak melempem.

16.31 : Memutuskan bahwa pelajaran hari ini selesai, tapi berhubung belum waktunya pulang dan tidak ada internet buat chatting gratis, maka g terpaksa chat sama diri sendiri, alias nulis diary dadakan.

Begitulah. Asal muasal diary dadakan ini terbentuk. Ga penting banget si emang. Tapi ini kan blog g. Jadi g diijinkan untuk semena-mena di sini :))

"Hari pertama di ***
Walaupun kayanya ga ada kejadian seru, krn everything happened udah bisa ke-predicted, you know, belajar-lah, apa lagi, tapi ada 1 feel yang mencolok sepanjang hari ini. Bukan, bukan bosen. G lagi semangat belajar soalnya. Misplaced. Itu yang g rasain. Feel ini sama kaya ke rumah mewah, susah kerasa kaya rumah. Biasa di tumpukan barang2 "tumpah" sih... ;)) Atau mungkin karena ga bisa muach2 ... wakakakakak ... Bukan mesara2an! Chat maksud g!!

Tapi astaga. Jam setengah 5 udah ga ada kerjaan. Cukuplah belajar u/ 7 jam. Otak g udah ga mau makan any BCM atau BCP atau apalah. G mau makan yg enteng2 !!! >.<>
G hanya berdoa, supaya si Kebo kaga kambuh gara2 g jalan2 sama orang laen malam jum'at, bukan nemuin dia di Caroles ;)) I laph you, Kebo! Tabahlah punya cewek yang berjiwa muda, sayang. Ah, jadi malu...

45 menit to go ..."

*** = tidak baik menyebutkan merk. Walaupun..ah, teteup lebih baik tidak disebutkan secara gamblang. ;))

Dan berhubung g BENER-BENER ga ada kerjaan. G nulis-nulis:

"Lagu yg mau g cari :

1. Britney Spears -> If you seek Amy
2. Soulja ft ... -> One time (Korea)
3. -> Right Round
4. GIGI -> Ya ya ya (coba katakan "ya")
5. ... "

G BENER-BENER GA ADA KERJAAN NEEHHHH...

"Si Kebo SMS, "Mau kemana luu?"
Pake 2 "U". ;)) LUPH you Kebo ... ;))

Still 25 minutes to go Tango ..."

G mondar-mandir ke WC, berusaha menghabiskan waktu di WC dengan bengong. Tapi setelah g kembali, jam sepertinya bergerak lambat sekali. Hhh..

"Di sini, orang begitu banyak, kok ga pake acara kenal2an ya? Walopun bagaikan melihat tanpa kcmt kalo mau cari seumuran, sejauh mata memandang, paling ga g ga merasa kaya tuyul yang datang unnoticed kan. Ng, tuyul cantik emang c ... .......... Ih kok g pake istilah tuyul ya??"

Segitu sedeng-nya g nunggu waktu pulang sampe menganalogikan diri sendiri TUYUL????

"Baru jalan 10 menit?! Wow, ... ngikutin orbitnya Pluto kali kalo di *** ya ..."

The end.

*halah*

02/05/09

These pieces of puzzles I've found just prove to me that noone can ever get a perfect dream of life. The full pieces. You can live it, find many, but you always loose some. And then, in the end, you can only keep 1.., the one that was lost...

Jumat, 06 Februari 2009

07/02/09

KIta semua akan mengalami perpisahan suatu saat nanti. Tetapi yang terpenting bukanlah itu. Yang terpenting, adalah bagaimana kita menjalani hari ini agar perpisahan tidak menjadi sebuah penyesalan.